Buku
SERAT Centhini 12 :
Syekh Amongraga telah hidup bahagia bersama istrinya di alam suksma, mereka berdua bebas mengembara ke mana saja. Selama pengembaraan itu mereka memiliki seorang murid bernama Ragasmara. Mereka akhirnya tinggal di Pulau Besi, di ujung selatan Banten. Dikisahkan pula tentang seorang pemuda bernama Jatiswara yang mengembara untuk menemui saudaranya yang belum pernah ia temui, yang tak lain adalah Ragasmara.
Bertahun-tahun kemudian, Syekh Amongraga meminta dua adik iparnya untuk pulang ke Wanamarta. Mereka berdua akhirnya pulang ke desanya dengan diiringi oleh Ki Mangunarsa, Syekh Anggungrimang, Rancangkapti, dan sebagian santri Wanataka. Di Wanamarta, Syekh Amongraga muncul sejenak untuk bertemu semua kerabatnya sekalian hendak berpamitan menuju alam kemuliaan. Ia hendak berpisah untuk selamanya. Syahdan, Sultan Agung mendapat wahyu bahwa ia didatangi seorang laki-laki dan seorang perempuan. Laki-laki dalam wahyu itu adalah anaknya kelak sedangkan perempuan dalam wahyu itu adalah anak dari adiknya: Ratu Pandansari dengan suaminya, Pangeran Pekik. Sudah ditakdirkan bahwa keduanya kelak akan berjodoh.
Serat Centhini adalah naskah sastra Jawa yang istimewa, meliputi sejarah, pendidikan, geografi, arsitektur, pengetahuan alam, filsafat, agama, tasawuf, klenik, ramalan, sulap, kesaktian, perlambang, adat istiadat, tata upacara tradisi, etika, psikologi, flora dan fauna, obat-obatan, makanan, seni, dan lain-lainnya, bahkan sampai pada pengetahuan tentang senggama.
Tidak tersedia versi lain